26
April 2014, hari itu menjadi hari terkutuk bagiku, setengah hatiku pergi, dia
tidak menghiraukan perasaanku.
Mama, orang yang paling kusayangi pergi tanpa
meninggalkan salam perpisahan padaku. Tiap detiknya masih kuingat rasa pedih
kehilangan.
Mama, orang yang paling kusayangi diambil dengan dalih penyakit
diabetes yang dititipkan tuhan.
Walaupun jika dipikirkan sekarang tidak ada
gunanya perjuanganku, setidaknya aku sempat merasakan berjuang untuk mamaku.
Saat
itu adalah saat terindah dimana aku merasa punya kemauan untuk merawatnya.
Segudang
kegiatan kampus untuk persiapan PKL tidak menjadi alasanku untuk tidak bisa
membagi waktunya.
Sabtu dan minggu adalah hari yang selalu aku nantikan tiap
minggu untuk menjenguknya. Jakarta- Purwokerto sudah kunggap PGC dan Kalibata.
Tidak
pernah kumerasa lelah mama.. hingga saatnya tiba mama pergi, aku marah, aku
sakit. Mungkin,, aku akan teus sakit, aku merindumu mah..
