Tahun 2019 merupakan tahun yang membahagiaan bagi Chayati. Semua berawal di pagi yang indah itu. Chayati berlari tergesa-gesa karena hampir terlambat masuk kerja.
“fyuuh
akhirnya..” lega Chayati
“terlambat
berapa menit mbak?..” Tanya penjaga Kantor
“enggak dong
pak, tadi pas banget 07.30 hahahha” tawa Chayati sembari berlenggang menuju
ruang paling ujung, ruang pantry.
Seperti biasa Chayati
selalu menyempatkan berbincang dengan rekan kerja di Kantor Cabang Gorontalo
sebelum mulai bekerja. Tawa para pegawai sampai terdengar hingga ruang depan. Mereka
sedang membicarakan teman kerjanya yang dikejar anjing saat mereka sedang
mengadakan survei tempo hari. Cukup menggelitik.
Jam tepat
menunjukan pukul 08.00 Chayati bergegas menuju ruang kerjanya. Seperti biasa,
Chayati mengawali hari kerjanya dengan membuka email masuk. Chayati senang bukan
kepalang. Surat permintaan mutasinya diterima setelah berkali-kali ditolak.
Chayati berlari menuju Nanda teman kerjanya.
“Nanda, nda,,,
coba tebak aku dapat email apa?” tanya Chayati girang
“yaelaaa, paling
email jadwal survei yang deadline bulan ini kan?” jawab Nanda
“bukan.. aku
barusan dapat email persetujuan mutasi, aku akhirnya mutasi kepusat, . . yyeeaaaayyyy aku ke Jakarta” teriak Chayati
girang
“hah? Beneran?
Waaaah selamat ya mbak, aku ikut senang..” jawab Nanda senang, sembari memeluk Chayati.
Mutasi ke Kantor
Pusat memang salah satu cita-cita Chayati semenjak ia menikah, pasalnya sudah
hampir 1 tahun Chayati harus tinggal berpisah dari suaminya yang bekerja di
Tangerang, satu daratan dengan kantor pusat. Tak perlu waktu lama untuk Chayati
menghubungi suaminya, Khairul, untuk mengabari satu satunya berita yang mereka
impikan
“mas, ada kabar
gembira” ucap Chayati
“apa dek?” jawab
Khairul singkat
“ade mutasi ke
Kantor pusat mulai 1 mei mas…” jelas Chayati
“ini.. ini nggak bohong kan dek? Mas ga mimpi
kan??” jawab Khairul tidak percaya
“iya maas,
akhirnya kita bersama mas..” jelas Chayati
“selamat ya dek,
mas susul kamu 30 april malam di Gorontalo, kamu siap-siap” ucap Khairul yang
lega akan melepas LDR
Mendapatkan
Mutasi ke Kantor Pusat bukan satu satunya kebahagiaan yang Chayati rasakan,
tepat 1 bulan Chayati bekerja di Jakarta, Chayati hamil.
“Chayati, kok
kamu pusing-pusing terus?” Tanya Daulay
“iya mbak, saya
gak tau kenapa” jawab Chayati lemas
“cepat pergi ke
klinik di lantai dasar, siapa tau kamu sakit” suruh Daulay
“tidak mbak, ini
pusing biasa, kuoles minyak angin juga sebentar lagi sembuh mbak” jawab Chayati
lagi
“atau jangan
jangan….” Kalimat Daulay terhenti
“jangan-jangan
apa mbak ih..” sahut Chayati cemas
“kamu hamil… iya
kamu hamil.. soalnya saya perhatikan kamu lemas terus akhir akhir ini” kata
Daulay yakin
“palingan bukan
lah mbak” tutup Chayati sambil berdiri pergi menuju mesin kopi di meja ruang
tengah kantor.
“sssrrrrrrr….”
Mesin kopi berbunyi, Chayati menuangkan creamer
ke dalam gelas yang sudah terisi kopi panas. Sambil mengaduk kopi diam-diam
Chayati memikirkan perkataan Daulay.
“jangan jangan
benar kata mbak Daulay, waaah harus cepat di cek”
Sambil menikmati
kopi, Chayati meraih Handphone untuk
memesan testpack. Tak butuh waktu
lama untuk testpack ada di tangannya,
layanan pesan antar sekarang memang luar biasa cepat. Bergegas Chayati menuju
Toilet. Harap-harap cemas Chayati berdoa “semoga benar ya Tuhan”.
2 garis merah
perlahan muncul pada alat tersebut, terduduk Chayati, bersyukur, tetes air
matanya mulai membasahi pipi. Diambilnya dua tisu, satu untuk mengelap air
matanya yang sedang terharu, satunya lagi untuk membungkus testpack untuk diberikan Khairul selepas pulang kantor.
Jam menunjukan
pukul empat sore, artinya kegiatan bekerja sudah selesai, watunya pulang.
Berjalan Chayati melewati lorong ruangan kerjanya, sesekali ia menoleh untuk
meyapa temannya.
“kriiiing..”
Telpon berdering
“halo mas, ade
baru aja mau pulang, ketemu 1,5 jam lagi ya di Stasiun Jurang Mangu” Chayati
mengawali pembicaraan
“enggak perlu,
mas sudah di bawah, cepat turun” jawab Khairul singkat
“waaah, okemas,
adek antre lift bentar ya” jawab Chayati
bersemangat
Jika ada
pekerjaan di Daerah Jakarta, sore harinya Khairul selalu menjemput
istrinya pulang kantor. Saat saat itu membuat istrinya senang karena tidak
perlu berdesak desakan di kereta untuk pulang kantor.
“maas…” seru
Chayati sembali meraih tangan Khairul untuk dicium
“ayo masuk, kita
pulang” ajak Khairul
“siap komandan” jawab
Chayati singkat
Dalam perjalanan
Chayati tidak sabar untuk menunjukan testpack yang ia bawa di dalam tas.
Chayati melirik suaminya sambil senyum-senyum. Mengetahui hal itu lantas
Khairul bertanya
“ada apa si dek,
cuma dijemput aja seneng banget kamu” ledek Khairul
“hari ini
lengkap banget, bahagianya adek dah melebihi full, apa ya istilahnya, lubeerr
mas” jawab Chayati sambil menggenggam testpack
“ada apa sih? jadi
penasaran” ucap Khairul
“nanti aja adek
kasih tau pas sudah di kontrakan ya..” jawab Chayati
“iya deh, mas
ngebut ni, hahahhaha” canda Khairul
“iiih jangan,
santai aja jalannya, sambil menikmati jalanan” jawab Cayati sambil melongok
keluar jendela.
Khairul
tersenyum, perjalanan mereka menuju kontrakan sekitar 1 jam, terkadang ketika
jalanan macet bisa sampai 2 jam perjalanan.
“assalamu’alaikum”
seru Chayati saat membuka pintu kontrakan, mereka hanya tinggal berdua di kontrakan itu.
“ayo dek bergegas siapkan makan malam, mas udah lapar hehe” ungkap Khairul
"siap mas.." jawab Chayati
Sembari
menikmati makan malamnya Chayati menyodorkan bungkusan tisu berisi testpack ke Khairul, sambil bingung,
Khairul membukanya. Mata Khairul memerah, mengucurlah air mata terharu di
pipinya, tampaknya rasa terharunya tidak bisa ia tanggung sendiri, Chayati juga
megucurkan air mata, Khairul memeluk Chayati sambil berbisik
“dek, mari kita
bersyukur”


wah, perjuangan chayati ya . . . selamat ya mba chayati
BalasHapusterimakasih mas :), terus baca tulisan2 di blog ini yaa
BalasHapus