Sudah lama ku lupa
Sulitnya merangkai pecahan luka
Seperti yang kau lihat sekarang
Aku tersenyum dan bahagia
Disaat kurasa ombak pun tak akan menghempas
kucoba arungi bahtera kehidupanmu yang kurasa damai
dari depan kau menghiburku dengan gulungan ombak cantik
kau merayu dengan angin sepoi
sejuk, sangat sejuk,
sempat ku kira kau lah bidadari syurga
kuberlari lepas,
kau menemaniku disetiap langkah disetiap desir pasir yang kuinjak
Sulitnya merangkai pecahan luka
Seperti yang kau lihat sekarang
Aku tersenyum dan bahagia
Disaat kurasa ombak pun tak akan menghempas
kucoba arungi bahtera kehidupanmu yang kurasa damai
dari depan kau menghiburku dengan gulungan ombak cantik
kau merayu dengan angin sepoi
sejuk, sangat sejuk,
sempat ku kira kau lah bidadari syurga
kuberlari lepas,
kau menemaniku disetiap langkah disetiap desir pasir yang kuinjak
kusampaikan sejuta perasaanku akan kekaguman
kau tunjukan kasih sayangmu dengan pemandangan indah sunset
sangat kumenikmati semua ini
setelah sempat fobia mendekat atasmu,
tapi mengapa dari balik punggungku terasa nyeri
semakin kumenikmati panorama semakin ku merasa lemah
berbalik badan dan kulihat kobaran api biru membara
mencoba terus mencambuk punggungku tiada henti
kenapa ini terjadi
kenapa lagi lagi
kenapa kau kenakan
topeng palsu yang menguburmu
aku tak tau lagi setelah keberapa kali kau coba mengujiku
menguji ataukah membunuh aku pun tak tau
sebenarnya tak mau ku tanyakan "masih pantaskah ku mendekat padamu?"


Tidak ada komentar:
Posting Komentar