Red Bobblehead Bunny

Kamis, 03 Januari 2013

Koin persahabatan

      Semua bermula saat sahabatku, nur cita suci firmani mau mempresentasikan tugas ekonomi pembangunannya di depan kelas. aku lihat dia sangat gelisah dan bermuka tegang, super tegang. kebetulan dia mendapat urutan maju ke tiga dari total empat anak. melihat tingkah lakunya membuatku angkat bicara "cita (panggilanku ke dia), udahla, kamu sante aja. ga usah tegang gitu, pak dosennya juga baik inih", mendengar perkataanku ini sahabatku menjawab "iya alfiii, aku emang bisa kok" #gubraaaaak mendengar jawaban itu hatiku hancur seketika.  hehe. aku diam dan tetap memperhatikannya, tapi aku rasa dia bohong akan perkataannya. 

       langsung ku ambil sebuah koin 500 rupiah dan ku tuliskan dengan pena "GD LUCK CITA" yang berarti semoga berhasil cita. melihat aku sedang menulis dia tersenyum dan mengadahkan tangannya. langsung saja aku memberi uang itu. aku bilang "ini cit, biar kamu gak gerogi". tibalah gilirannya dia maju, saat dia hendak mengucapkam salam, si ketua kelas langsung maju kedepan dan berkata sebaiknya kita tunda dulu. katanya istirahat dulu selama 5 menit. semua warga kelas setuju dan berbahagia, sangat beda sekali dengan cita yang menampakan muka kesal dan geram di depan kelas. sempat sebentar dia kehilangan kesabaran dan menghambur hamburkan kertasnya.

          saat dia menujuku tepatnya menuju tempat duduk yang kosong disebelahku kulihat dia sibuk merogoh saku rok bawah , kemudian dia berkata "fi, koin darimu mana ya?? kok hilang, lalu ku beri lagi koin yang sama dan kutuliskan "GD LUCK CITA" tulisan yang sama.  langsung kuberi padanya. tapi ternyata dia lagi lagi menghilangkannya dan dengan sabar lagi lagi ku mengukir tulisan itu di koin yang pada saat itu sisa satu di saku rokku. langsung aku menyimpulkan bahwa dia memang sedang grogi sampe sampe dia mendadak pikun seperti itu. ketua kelas memberi isyarat kepada suci untuk segera tampil. aku yang pada saat itu sedang menulis di koin merasa terburu buru, tapi untungnya cita tetap menungguku dengan sabar. segera ku kasih koin ke dia dan bergegas dia maju untuk presentasi.

         presentasi tlah berlangsung, aku tak muna bahwa aku melihat dia masih saja grogi ngomongin isi presentasinya di depan. aku terus saja memperhatikannya. aku lihat tangannya terus saja menggenggam, tak pernah dilepas, ku coba tuk terus memperhatikannya ternyata sebuah koin 500 rupiah yang baru saja aku kasih. hatiku langsung meleleh. awalnya aku hanya biasa saja memberinya. tapi aku menyadari betapa kuat dia percaya doronganku. teman, semoga aku bisa terus mensupportmu. aku, akan selalu disisimu.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar